Uncategorized

Fakta Mengejutkan Soal Antariksa

Bulan juga tak memiliki atmosfer. Dengan begitu, tak ada angin dan air di sana. Hasilnya, ketika diberi tekanan, bekas yang tertinggal akan bertahan lama. Misalnya saja jejak kaki para astronaut di Bulan, diperkirakan bisa bertahan hingga 100 juta tahun. Memang tak selamanya, sebab Bulan dibombardir dengan banyak mikro-meteorit yang menyebabkan terjadinya erosi.

Meski tampak besar, tetapi jumlah tersebut hanya menyumbang 0,7% dari penggunaan listrik tahunan di Bumi. Padahal, energi yang dipancarkan Matahari tiap jam sangat besar dan jauh lebih banyak dari yang diproduksi manusia. Sementara itu, Iapetus berputar berlawanan arah jarum jam. Artinya, hanya satu sisi Iapetus yang terkena partikel yang keluar dari phoebe saat mereka berputar melewati satu sama lain. Hal ini menjelaskan mengapa Iapetus tidak sepenuhnya gelap, tetapi hanya sebagian.

Permukaan Ceres kurang lebih sama dengan daratan di India atau Argentina. Pada Oktober 2018, pesawat tanpa awak bernama Dawn berhasil mengorbit di Ceres dan memberikan pengetahuan baru tentang asteroid itu. Lapetus adalah salah satu dari 62 Bulan yang mengelilingi Saturnus. Lapetus cukup unik karena memiliki 2 warna berbeda. Satu sisi lebih gelap dari sisi lainnya.

Fenomena ini tak ditemukan pada Bulan di planet lain. Ternyata, Iapetus berada jauh di luar cincin slot bet Saturnus. Karena itu, lapetus terkena banyak puing-puing luar angkasa dari benda-benda yang mungkin melewati orbitnya. Selain itu, bulan lain bernama phoebe, yang benar-benar gelap dan lebih jauh dari Iapetus, berputar searah jarum jam mengelilingi Saturnus. Phoebe memancarkan aliran partikel yang stabil.

Galaksi Bimasakti adalah galaksi berbentuk lensa cembung. Matahari sebagai pusat tata surya memiliki jarak sekitar 30.000 tahun cahaya untuk menuju pusat galaksi Bimasakti.

Galaksi Bimasakti sering juga disebut dengan galaksi Milky Way. Kata milky way sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni via lactea dengan kata dasar lactea yang berarti susu.

Bimasakti disebut sebagai galaksi Milky Way karena visual dari galaksi ini terlihat seperti susu yang berbentuk cakram lonjong. Dalam bahasa Indonesia, galaksi ini disebut sebagai galaksi Bimasakti.

Navigasi akan jadi aneh ketika Polaris berhenti menjadi Bintang Utara dalam waktu 13.000 tahun ke depan. Sebab, poros Bumi mengalami gerakan yang disebut ‘presesi’. Artinya, poros planet akan berubah dan mengikuti bentuk kerucut. Dibutuhkan sekitar 26.000 tahun bagi sumbu untuk menelusuri bentuk kerucut secara lengkap. Ketika Bumi mengalami presesi, maka Bintang Utara yang saat ini merupakan Polaris akan ikut bergeser.

Pada 3.000 SM, Bintang Utara diyakini adalah Thuban atau dikenal juga sebagai Alpha Draconis. Dalam waktu 13.000 tahun, bintang Vega akan menjadi Bintang Utara. Namun, pada 26.000 tahun, Polaris akan kembali jadi Bintang Utara karena Bumi terus mengalami presesi.

Back to list

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *